Harapan itu terasa nyata di tengah tawa anak-anak yang menerima santunan. Affan, salah satu penerima, tak mampu menyembunyikan kegembiraannya.
“Ramai dan seru. Senang bisa buka puasa bareng dan dapat santunan,” katanya dengan mata berbinar.
Bagi Asnawi (63), warga Bukit Tani Belinyu, bantuan tersebut menjadi penopang harapan bagi sang cucu.
“Ini tahun kedua cucu saya dapat bantuan. Kami bersyukur. Semoga PT TIMAH terus hadir membantu masyarakat,” ujarnya penuh doa.
Di tengah dinamika industri dan tantangan zaman, Safari Ramadan ini menjadi pengingat: sebesar apa pun perusahaan bertumbuh, akar kemanusiaan tak boleh tercerabut. Dan di bulan suci ini, harapan-harapan kecil kembali ditanam, tumbuh bersama doa yang dipanjatkan dalam senyap.












