Ia meminta aparat penegak hukum bersama instansi terkait mengambil langkah tegas apabila ditemukan aktivitas pemindahan maupun pengiriman LTJ keluar Bangka Belitung yang tidak sesuai aturan.
“Kalau ada upaya membawa keluar LTJ dari Bangka Belitung, aparat harus bertindak. Jangan sampai ada pihak yang justru masuk dalam lingkaran yang memperdagangkan, memindahkan, atau bahkan menyelundupkan komoditas strategis ini,” katanya.
Permintaan tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dunia terhadap Logam Tanah Jarang sebagai bahan baku kendaraan listrik, industri semikonduktor, energi bersih hingga teknologi pertahanan.
Sebagai salah satu wilayah penghasil timah terbesar di dunia, Bangka Belitung memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan industri mineral strategis nasional. Karena itu, menurut Imam, sudah saatnya pengelolaan LTJ ditempatkan sebagai agenda pembangunan jangka panjang, bukan sekadar aktivitas perdagangan bahan mentah.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak akademisi telah menekankan pentingnya hilirisasi agar kekayaan sumber daya alam mampu menghasilkan manfaat ekonomi berkelanjutan.
Apabila LTJ diolah di Bangka Belitung, nilai tambahnya akan berlipat ganda. Daerah tidak hanya memperoleh penerimaan yang lebih besar, tetapi juga memiliki kesempatan membangun industri masa depan yang berdaya saing tinggi.
Sebaliknya, jika material strategis itu terus mengalir keluar tanpa proses pengolahan, Bangka Belitung kembali berpotensi mengulang sejarah sebagai daerah kaya sumber daya alam, tetapi miskin nilai tambah.
Karena itu, Imam berharap kasus tin slag yang kini menjadi perhatian masyarakat menjadi titik awal pembenahan tata kelola mineral ikutan secara menyeluruh. Pengawasan distribusi, penyimpanan, hingga kemungkinan praktik pengiriman ilegal harus diperketat agar seluruh potensi strategis benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.
Di tengah persaingan global memperebutkan Logam Tanah Jarang, pilihan Bangka Belitung kini semakin jelas: membangun industri hilirisasi yang kuat atau kembali membiarkan peluang besar itu berpindah ke tangan pihak lain.












