M. Yunus, S.Si., M.T., yang sebelumnya menjabat Kabid Penataan Ruang dan Pertanahan, ditugaskan sebagai Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah.
Sedangkan Abang Evan Savitri, S.E., M.M., sebelumnya Kabag Rumah Tangga Biro Umum, kini memimpin Biro Umum Sekretariat Daerah.
Untuk sektor pendidikan, Rizma Panca Patriani, S.T., M.Pd., mendapat penugasan sebagai Kepala SMK Negeri 3 Pangkalpinang.
Pemimpin Akan Dinilai dari Cara Mengurus Manusianya
Ada satu hal yang ditekankan Gubernur: seorang pimpinan tidak hanya bertugas menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mencetak manusia yang mampu bekerja.
Karena itu, para pimpinan perangkat daerah diminta membangun integritas, menghidupkan budaya mentoring dan menjadi pengayom bagi bawahannya.
“Jangan biarkan bawahan berjalan tanpa arah. Bimbing mereka menjadi ASN yang kompeten, berintegritas, dan responsif,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah tuntutan birokrasi yang semakin kompleks. Organisasi yang kuat tidak lahir hanya dari aturan, tetapi dari pemimpin yang mampu memberi arah.
Ferry Afrianto kemudian menyampaikan tiga agenda penting yang harus menjadi perhatian para pejabat.
Pertama, pembahasan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 antara TAPD dan Banggar DPRD telah mencapai kesepakatan untuk diparipurnakan. Para kepala OPD diminta mengendalikan belanja, terutama belanja operasional dan barang, sehingga ruang fiskal untuk program strategis tetap terjaga.
Kedua, Pemprov Babel akan memperkuat penilaian SAKIP dengan menambahkan indikator indeks kualitas kepemimpinan. Ukuran ini diarahkan untuk melihat kemampuan pimpinan dalam mengendalikan, mengintervensi dan membina organisasi.
Ketiga, manajemen risiko akan diterapkan dalam pengendalian pembangunan daerah. Setiap perangkat daerah harus mampu memetakan hambatan, ancaman, peluang dan dukungan agar target RPJMD tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan.
Sebab pembangunan tidak cukup hanya dengan target. Ia membutuhkan pemimpin yang mampu membaca risiko dan mengambil keputusan.
Dan pada akhirnya, jabatan akan meninggalkan dua kemungkinan: menjadi sekadar posisi atau berubah menjadi jejak pengabdian.
Gubernur memilih yang kedua.
“Jadilah pimpinan yang menginspirasi dan memberikan warisan (legacy) yang baik bagi Bumi Serumpun Sebalai,” tutupnya.
Pelantikan pun berakhir dengan foto bersama. Tetapi bagi para pejabat yang baru dilantik, pekerjaan justru baru saja dimulai.













