Deskripsi Gambar

Bangka BelitungBeritaPangkalpinangPemerintahan

Ketika Jalanan Pangkalpinang Menjadi Panggung Kemerdekaan, Dari Derap Pelajar hingga Senyum Pedagang

×

Ketika Jalanan Pangkalpinang Menjadi Panggung Kemerdekaan, Dari Derap Pelajar hingga Senyum Pedagang

Sebarkan artikel ini

Kepala Badan Kesbangpol Babel Burhanuddin menyebut antusiasme masyarakat mengalami peningkatan. Rute tahun ini juga dipangkas sekitar dua kilometer.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Cuacanya juga sangat mendukung. Kami berharap seluruh peserta tetap menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan,” ujarnya.

Rute pawai dimulai dari Kilometer 0 Alun-Alun Taman Merdeka, melewati sejumlah ruas jalan utama Pangkalpinang hingga berakhir di Wago Petshop, Jalan Surabaya.

Tetapi cerita kemerdekaan hari itu bukan hanya milik mereka yang berada di dalam barisan.

Ada Tina, warga Sungailiat, yang rela menempuh perjalanan demi melihat anaknya menjadi Danton SMAN 1 Sungailiat.

“Saya jauh-jauh dari Sungailiat untuk mendukung anak saya. Saya berharap sekolah anak saya menang lagi seperti tahun sebelumnya. Pokoknya SMANSA is the best!” ujarnya.

Ada pula Sutriwati, 62 tahun, yang datang menyaksikan cucunya tampil bersama SMK Bhakti Pangkalpinang. Ia bahkan sudah berencana kembali keesokan harinya untuk menyaksikan pawai karnaval.

“Saya senang sekali. Besok saya datang lagi untuk nonton pawai karnaval,” tuturnya.

Di tengah kerumunan, Hidayat kemudian memilih tidak sekadar menjadi penonton dari atas panggung.

Usai menyaksikan pawai, ia menyapa warga, berbincang, dan membagikan kudapan serta buah-buahan. Momen itu menghadirkan sisi lain dari perayaan: kemerdekaan yang terasa dekat dan tidak berjarak.

Sementara di sepanjang jalan, pelaku UMKM ikut menikmati denyut keramaian. Pembeli datang silih berganti. Pawai yang menjadi tontonan warga sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Inilah wajah lain kemerdekaan.

Bukan hanya barisan yang tegap. Bukan hanya kostum yang meriah. Bukan pula hanya dentuman drum band yang menggema.

Kemerdekaan juga hadir ketika seorang ibu rela datang jauh demi anaknya. Ketika seorang nenek bangga melihat cucunya tampil. Ketika anak-anak bersorak di pinggir jalan. Dan ketika pedagang kecil mendapatkan rezeki dari ribuan orang yang datang.

Di tengah hiruk-pikuk Pangkalpinang, pesan itu terasa jelas: kemerdekaan akan selalu punya arti ketika dirayakan bersama dan manfaatnya ikut dirasakan oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *