Bantuan yang diterimanya hari itu menjadi energi baru untuk terus melangkah.
“Ini seperti pengingat bahwa apa yang kami lakukan dihargai,” katanya.
Sementara itu, Revan Noverdi mengungkapkan rasa syukur dengan cara yang sederhana namun tulus.
“Terima kasih sudah peduli dengan kami. Ini sangat membantu,” ujarnya.
Ia bahkan telah memiliki rencana untuk memanfaatkan bantuan tersebut.
“Saya akan simpan dan gunakan untuk kebutuhan belajar,” tambahnya.
Melalui program ini, PT TIMAH menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu harus besar, tetapi harus tepat sasaran.
Bahwa di tengah hiruk pikuk dunia, masih ada ruang untuk menghargai mereka yang menjaga ayat demi ayat.
Dan di sanalah, di antara hafalan dan harapan, masa depan generasi Qurani sedang dibangun.












