Sementara itu, Bupati Karimun H. Ing Iskandarsyah menegaskan bahwa penerapan K3 harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap aktivitas kerja, khususnya di sektor pertambangan. Ia menyebut keselamatan kerja sebagai hal yang bersifat mutlak.
“Nyawa tidak bisa digantikan dengan apa pun. Kita semua ingin pulang dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga. Karena itu, budaya K3 harus benar-benar diterapkan agar zero accident bisa tercapai,” ujar Iskandarsyah.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Karimun dalam mendukung implementasi K3 di PT TIMAH Tbk. “Kami dari Pemerintah Daerah akan terus mendukung agar K3 diterapkan secara konsisten, karena setiap nyawa sangat berharga,” tambahnya.
Menurutnya, penerapan K3 yang baik akan menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus meningkatkan produktivitas karyawan. “Harapan kami, dengan K3 yang diterapkan dengan baik, karyawan PT TIMAH Tbk dapat bekerja lebih produktif tanpa mengesampingkan keselamatan jiwa,” tuturnya.
Rangkaian Bulan K3 Nasional PT TIMAH Tbk sebelumnya telah digelar di seluruh wilayah operasional perusahaan, mulai dari Area Bangka Utara, Bangka Selatan, hingga Belitung. Selain apel K3, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai perlombaan seperti tanggap darurat dan TINS Fire & Rescue Challenge, serta pemberian penghargaan kepada unit kerja dan karyawan. Pada Apel Akbar di Kundur, PT TIMAH Tbk juga mengumumkan pemenang Fire and Rescue Challenge dan menampilkan atraksi dari tim terbaik sebagai simbol kesiapsiagaan dan profesionalisme insan perusahaan.













