BangkaBeritaEdukasi

Keanu dan Ironi Pesisir Bangka: Seminar Maritim di Tengah Mesin Tambang

×

Keanu dan Ironi Pesisir Bangka: Seminar Maritim di Tengah Mesin Tambang

Sebarkan artikel ini

Peserta seminar lainnya, Yudha, menambahkan bahwa FGD ini menjadi momentum penting untuk menyalurkan aspirasi pemuda.

“Kita tidak hanya bicara, tapi juga menyampaikan rekomendasi konkret. Namun, rekomendasi ini harus ditindaklanjuti. Kalau hanya berhenti di atas kertas, kerusakan di lapangan terus berlangsung,” jelas Yudha.

Wawancara dengan pekerja lokal yang tidak ingin disebutkan namanya, menegaskan ironi kondisi pesisir:

“Tambang tetap jalan karena tidak ada penindakan serius. Padahal, dampak lingkungan sudah jelas. Kami ingin pemerintah lebih tegas,” katanya.

Momentum seminar dan FGD ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Penertiban tambang ilegal tidak cukup sekadar wacana. Dibutuhkan langkah nyata dan berkelanjutan. Tanpa itu, seminar di tepi pantai hanya menjadi simbol ironi tahunan yang berulang.

Kegiatan hari ini menegaskan satu hal: membicarakan masa depan maritim tidak bisa dilepaskan dari keberanian menghadapi masalah yang ada di depan mata. Jika tidak, diskusi hanya menjadi simbol kegagalan kita menjaga laut dan pesisir sebagai ruang hidup bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *