“Dengan adanya penenggelaman atraktor cumi ini kami tidak perlu lagi jauh-jauh untuk menangkap cumi,” ujarnya.
Ia menambahkan, faktor efisiensi BBM menjadi keuntungan besar bagi nelayan. “Kalau melaut jauh, bahan bakarnya banyak dan semakin mahal. Sekarang jaraknya cuma sekitar 1 mil, tentu lebih hemat,” katanya.
Ke depan, atraktor ini diharapkan tidak hanya menjadi titik tangkap yang produktif, tetapi juga pusat pertumbuhan populasi cumi yang berkelanjutan. Dengan demikian, nelayan tidak hanya menikmati hasil hari ini, tetapi juga menjaga ketersediaan sumber daya laut untuk masa mendatang.
Melalui kolaborasi dengan kelompok nelayan dan para pemangku kepentingan, PT TIMAH Tbk terus memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan, memastikan bahwa laut tetap lestari dan kesejahteraan masyarakat pesisir semakin meningkat.












