Ia berharap fasilitas literasi tersebut menjadi pusat aktivitas belajar yang tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga melahirkan berbagai karya kreatif dari para siswa.
Sementara itu, Ketua Komite SMPN 2 Simpang Katis, Manusta, menilai bantuan PT TIMAH menjadi solusi atas keterbatasan anggaran yang selama ini dihadapi sekolah dalam membangun sarana pendidikan.
“Jika hanya mengandalkan dana BOS, pembangunan panggung literasi tentu sulit diwujudkan. Bantuan PT TIMAH sangat meringankan dan menjadi dorongan besar bagi kemajuan sekolah kami,” ujarnya.
Menurutnya, kemajuan pendidikan tidak dapat diwujudkan oleh sekolah seorang diri. Dukungan dunia usaha melalui kolaborasi yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci untuk menciptakan fasilitas pendidikan yang lebih baik.
Ia berharap kehadiran sarana literasi tersebut mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, kreatif, dan memiliki daya saing hingga tingkat global.
Melalui program ini, PT TIMAH kembali menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan bukan sekadar tanggung jawab sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul. Sebab, dari ruang-ruang literasi hari ini akan lahir para pemimpin dan inovator yang akan membangun Indonesia di masa depan.












