Ia berharap hubungan antara kampus dan IMM terus diperkuat agar mampu melahirkan gerakan kepemudaan yang produktif, kritis, dan memberi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan maupun kehidupan sosial.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri, menilai IMM memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan kader intelektual muda yang unggul dalam nilai keislaman dan memiliki kewibawaan dalam kepemimpinan.
Menurutnya, IMM harus aktif membangun budaya intelektual melalui program-program yang mampu meningkatkan kapasitas mahasiswa, memperluas wawasan, serta membentuk karakter kepemimpinan yang kuat.
Fadillah menegaskan, masa depan bangsa membutuhkan generasi muda yang tidak hanya pintar berbicara, tetapi juga mampu berpikir, bergerak, dan memberi solusi bagi persoalan masyarakat.
Pelantikan IMM Buya Syafi’i Ma’arif pun menjadi simbol harapan baru bahwa dari ruang-ruang kampus akan lahir pemimpin muda yang membawa nilai, ilmu, dan keberanian untuk membangun masa depan yang lebih baik.












