Direktur SDM PT TIMAH, Ratih Mayasari, mengingatkan bahwa kekuatan perusahaan tidak hanya terletak pada angka produksi, tetapi pada harmoni hubungan antara manusia di dalamnya.
“Perusahaan ini adalah keluarga. Kita boleh berbeda, tapi harus tetap bersatu untuk tujuan yang sama,” ujarnya.
Kehadiran para tokoh senior menghadirkan refleksi mendalam. Joni A. Rahman mengungkapkan kebanggaannya melihat IKT tetap tegak dengan semangat awal: menjadi mitra strategis manajemen tanpa kehilangan marwah organisasi.
Sementara Ali Samsuri menyoroti tantangan kompleks yang dihadapi industri, di mana IKT dituntut tidak hanya solid secara internal, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial di luar perusahaan.
Perjalanan 27 tahun ini menegaskan satu hal: IKT bukan sekadar organisasi karyawan, tetapi rumah bersama yang menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan keberlanjutan perusahaan.
Di tengah tantangan yang terus berubah, IKT berdiri dengan satu pijakan yang sama—soliditas, sinergi, dan tekad untuk menghadirkan kesejahteraan bagi semua.












