Tugas itu ia jalani dengan penuh ketulusan. Meski penghasilan sebagai marbot tidak selalu memadai, ia tetap bertahan karena merasa menjaga masjid adalah bagian dari ibadah.
“Yang penting masjid tetap terawat dan jamaah bisa beribadah dengan nyaman. Itu sudah membuat saya senang,” katanya.
Bantuan dari PT TIMAH, menurutnya, menjadi dukungan yang sangat berarti dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga mengaku bersyukur karena perhatian perusahaan kepada masyarakat bukanlah hal yang baru ia rasakan.
“Terima kasih kepada PT TIMAH yang sudah peduli kepada kami para marbot. Semoga PT TIMAH selalu diberikan kelancaran dalam mengelola timah di Bangka Belitung dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya penuh harap.
Melalui Safari Ramadan ini, PT TIMAH kembali menunjukkan bahwa kepedulian sosial tidak hanya menyentuh masyarakat luas, tetapi juga mereka yang selama ini setia menjaga rumah ibadah agar tetap menjadi pusat kehidupan spiritual masyarakat.












