Camat Kundur Barat, Yusufian, melihat gerai ini sebagai peluang besar untuk mengangkat potensi lokal. Dengan lokasi di kawasan pelabuhan, produk UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk dikenal oleh masyarakat luas, bahkan wisatawan.
Bagi para pelaku usaha, kehadiran gerai ini menjadi angin segar. Dono Setiawan mengaku kini produknya memiliki ruang yang lebih layak untuk dipasarkan. Sementara Agustini berharap, melalui gerai ini, UMKM—khususnya yang digerakkan oleh ibu rumah tangga—dapat berkembang lebih jauh.
Hal yang sama disampaikan Hilda dengan brand Intan Payong. Ia merasakan kemudahan dalam memasarkan produk secara lebih terarah dan profesional.
Gerai ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dari ruang kecil yang dikelola dengan komitmen dan keberlanjutan.
Melalui inisiatif ini, PT TIMAH menegaskan perannya tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat—menghidupkan harapan dari desa, untuk menjangkau dunia.












