Suwardian Ramadhan juga memberikan atensi khusus kepada DPRD Babel agar benar-benar menjalankan tahapan berikutnya dengan sebaik-baiknya, mengingat publik kini menaruh perhatian besar terhadap proses seleksi KPID Babel.
“Kami berharap Komisi I DPRD Babel dapat terus berkoordinasi dengan KPI Pusat dan, bila memungkinkan, KPI Daerah, untuk memastikan proses uji publik dan fit and proper test berjalan transparan dan profesional,”
ujarnya.
Ia menambahkan, GESID Babel akan terus mengawal proses ini hingga tuntas, mulai dari uji publik hingga penetapan akhir calon anggota KPID Babel.
“Kami akan terus mengawal proses ini sampai akhir. GESID Babel akan tetap berdiri di sisi masyarakat untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan bersih, adil, dan berintegritas,”
tegas Suwardian.
GESID Babel Dorong Forum Terbuka dan Partisipasi Publik
Selain mendorong koordinasi dengan KPI, GESID Babel juga menyerukan agar DPRD Babel menggelar forum terbuka dengan menghadirkan unsur KPID, peserta seleksi, serta media dan GESID Babel. Langkah ini dinilai penting agar publik bisa ikut memberikan masukan dan memastikan transparansi dalam setiap tahapan.
“Forum terbuka akan menjadi wujud nyata keterlibatan publik dalam proses seleksi pejabat publik di daerah. Kami percaya hal ini akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap DPRD,” tambahnya.
Komitmen dan Seruan Etis
Sebagai organisasi kepemudaan yang berfokus pada penguatan etika sosial, kepemimpinan muda, dan partisipasi masyarakat, GESID Babel menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pengawasan yang beretika, konstruktif, dan berbasis data.
Suwardian juga berpesan kepada seluruh peserta uji publik agar tetap menjaga sportivitas dan profesionalisme dalam mengikuti setiap tahapan.
“Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama. Mari bersaing secara sehat, tunjukkan kompetensi terbaik, dan jadikan proses ini sebagai ajang pembuktian kualitas insan penyiaran Bangka Belitung,”
tutupnya.
Mengembalikan Kepercayaan Publik
Keputusan DPRD Babel yang mengembalikan jumlah peserta menjadi 36 nama ini disebut sebagai momentum mengembalikan kepercayaan publik terhadap mekanisme seleksi pejabat publik di daerah.
GESID Babel berharap, langkah positif ini menjadi awal dari sinergi baru antara DPRD, KPI, dan masyarakat, demi terciptanya seleksi pejabat publik yang bersih, transparan, dan berintegritas.












