Menurut Pipiet, tantangan usaha saat ini semakin berat akibat kenaikan harga bahan baku yang berdampak pada harga jual produk dan menurunnya minat beli masyarakat.
“Iya, omzet memang menurun. Harga bahan baku naik sehingga harga jual ikut naik. Akibatnya daya beli masyarakat juga semakin berkurang,” jelasnya.
Namun, kehadiran PT TIMAH sebagai mitra pembina telah membuka peluang baru bagi perkembangan usahanya. Ia mengaku beberapa kali difasilitasi mengikuti bazar dan pameran di berbagai daerah, termasuk di Bandung.
“Beberapa tahun lalu saya pernah diikutsertakan dalam bazar di Bandung. Selain itu juga sering mengikuti bazar di Sungailiat, Pangkalpinang hingga kegiatan HUT PT TIMAH. Kegiatan seperti ini sangat membantu promosi produk kami,” ungkapnya.
Melalui program pembinaan UMKM, PT TIMAH tidak hanya memberikan bantuan permodalan dan fasilitas usaha, tetapi juga membangun akses pasar yang mampu memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.
Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, langkah tersebut menjadi bukti bahwa dukungan terhadap UMKM bukan sekadar program tanggung jawab sosial, melainkan investasi untuk menjaga roda perekonomian masyarakat tetap bergerak.
“Semoga PT TIMAH semakin jaya, sukses, dan terus berkontribusi bagi masyarakat serta pelaku UMKM,” harap Sundari.
Pipiet pun menyampaikan doa dan harapan yang sama.
“Semoga PT TIMAH semakin maju dan terus membantu mempromosikan produk-produk UMKM agar kami bisa bertahan dan berkembang,” tutupnya.












