Di Antara Takbir dan Tanggung Jawab yang Hilang (E: Yoshua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM, — Takbir berkumandang, tetapi tak semua hati merasakan damai. Di balik riuhnya perayaan Idulfitri, Dian Safitri justru membawa kegelisahan yang telah ia pendam selama delapan tahun.
Ia kembali ke Pangkalpinang dengan satu tujuan: meminta kejelasan tanggung jawab dari Adi Irawan, ayah dari anaknya yang kini berusia 8 tahun dan menjabat sebagai anggota DPRD Kota Pangkalpinang.
Pertemuan berlangsung sehari sebelum Lebaran. Tidak ada pelukan, tidak pula kehangatan. Yang ada hanya percakapan yang berulang kali menemui jalan buntu.
“Saya tidak butuh banyak. Yang penting jelas, tiap bulan ada untuk anak,” kata Dian dalam pertemuan itu.
Namun jawaban yang ia terima tak kunjung memberi kepastian.
“Belum bisa sekarang,” begitu dikisahkan sumber menirukan respons Adi.
“Lihat nanti saja,” tambahnya.
Bagi Dian, kalimat itu bukan hal baru.
Redaksi sebenarnya telah menerima informasi ini sejak pertengahan 2025, namun memilih menahan publikasi. Kini, setelah dilakukan penelusuran ulang, fakta-fakta yang ada semakin menguatkan cerita tersebut.
Selama ini, bantuan yang diberikan disebut tidak rutin dan cenderung bergantung pada permintaan.
“Kalau tidak diminta, ya tidak ada. Kalau diminta pun, kadang lama sekali baru dikirim,” ujar sumber.






