Di hadapan masyarakat, Imam Wahyudi mengaku setiap kali kembali ke Tanah Bawah, dirinya merasa seperti pulang ke pelukan keluarga sendiri.
“Ini tanah kelahiran saya. Saya dibesarkan di sini bersama orang tua saya. Maka sudah menjadi tanggung jawab saya untuk membantu masyarakat semaksimal mungkin,” ungkapnya.
Beragam aspirasi mengemuka dalam reses tersebut. Warga berharap adanya perhatian terhadap pengembangan UMKM madu kelulut, pembangunan jalan lingkungan, pengembangan destinasi wisata, pembangunan waduk dan jembatan, pagar keliling TPA, rehabilitasi masjid, hingga hibah Jalan Poros Sumarco ke pemerintah daerah.
Tak hanya mendengar, Imam Wahyudi juga langsung bergerak cepat. Di depan masyarakat, ia melakukan telepon Via HP dengan pihak PUPR Babel, Arifiyanto, ST., MT., untuk memastikan progres pembangunan jalan lingkungan perumahan.
Dalam percakapan itu dijelaskan bahwa proyek jalan akan mulai dikerjakan usai Idul Adha 1447 Hijriah karena saat ini masih berada dalam tahapan lelang.
Respons cepat tersebut membuat warga semakin yakin bahwa aspirasi mereka benar-benar diperjuangkan.
“Semoga Pak Imam tetap istiqomah dan tidak pernah lelah memperjuangkan kampung serta masyarakatnya,” tutur Anton penuh harap.
Doa pun terus mengalir dari warga Tanah Bawah agar Imam Wahyudi selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan tetap amanah dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.












