“Pertambangan, perkebunan, perikanan—semua punya peran. Pariwisata tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang saling menguatkan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan. Kehadiran maskapai internasional, menurutnya, hanyalah pintu awal. Tanpa strategi promosi yang tepat, penguatan pelaku usaha, dan sinergi lintas sektor, peluang ini bisa saja tidak optimal.
“Promosi tidak harus mahal, tapi harus tepat sasaran. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan konsistensi,” tambahnya.
Pada akhirnya, Edi berharap momentum ini benar-benar menjadi titik balik bagi Belitung—bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai daerah dengan ekonomi yang kokoh, beragam, dan berkelanjutan.
“Pariwisata harus menjadi penggerak, tapi fondasi tetap pada kekuatan sektor-sektor lain yang telah menghidupi masyarakat selama ini,” tutupnya.












