BeritaPangkalpinangPertambangan

Dari Rebana hingga Ritual Adat, Langkah PT TIMAH Menjaga Warisan Leluhur Tetap Bernyawa

×

Dari Rebana hingga Ritual Adat, Langkah PT TIMAH Menjaga Warisan Leluhur Tetap Bernyawa

Sebarkan artikel ini

Perusahaan juga turut mendukung tradisi Nuju Jerami yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat terhadap hasil pertanian dan hubungan harmonis dengan alam.

Di Kabupaten Bangka Barat, perhatian yang sama diberikan melalui dukungan terhadap Festival Ruwah, Perang Ketupat Tempilang, hingga Ritual Rebo Pusaka Tahunan Setana Jering Amantubillah di Desa Pelangas.

Yang Dipertua Setana Jering Amantubillah, Dr. Sardi, menilai konsistensi dukungan PT TIMAH menjadi energi penting dalam menjaga keberlangsungan adat istiadat yang diwariskan para leluhur.

“Alhamdulillah, bantuan dari PT TIMAH sangat membantu kami dalam melaksanakan ritual adat. Dukungan ini menjadi bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kelestarian adat istiadat masyarakat,” ujarnya.

Di Kabupaten Karimun, PT TIMAH juga hadir dalam pelestarian Festival Lampu Colok, tradisi khas Ramadan yang menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat.

Ketua Himpunan Pemuda Pemudi Mukalimus Desa Sawang, Azyar, menyebut dukungan perusahaan telah membantu menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini turut menjaga kelestarian tradisi masyarakat. PT TIMAH kerap mendukung kegiatan ini,” katanya.

Berbagai langkah tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama. Melalui dukungan yang berkelanjutan, PT TIMAH tidak hanya membantu menjaga tradisi tetap lestari, tetapi juga memastikan nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur tetap bernyawa di tengah generasi masa kini dan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *