Lingkungan asrama, menurutnya, menjadi tempat terbaik untuk belajar mandiri. Setiap hari adalah proses pembentukan diri yang tidak tergantikan.
Sementara itu, Ares Mahesa melihat program ini sebagai ruang eksplorasi potensi. Ia merasakan manfaat besar dari berbagai fasilitas yang disediakan.
“Banyak kesempatan yang kami dapatkan. Mulai dari pembelajaran tambahan sampai organisasi yang melatih kepemimpinan. Itu sangat membantu kami berkembang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perubahan karakter menjadi hal paling berharga yang ia rasakan selama mengikuti program ini. Dari yang semula biasa saja, kini ia merasa lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh,” pesannya kepada calon pendaftar.
Program Kelas Beasiswa PT TIMAH bukan sekadar program pendidikan. Ia adalah jembatan harapan—menghubungkan potensi dengan kesempatan, dan mimpi dengan kenyataan.












