Ia mencontohkan bagaimana pendekatan baru membuat materi pecahan dalam matematika menjadi lebih mudah dipahami siswa.
“Biasanya pecahan terlihat rumit, tapi lewat pendekatan ini bisa lebih sederhana dan menyenangkan. Hasilnya di kelas lebih efektif,” katanya.
Menurutnya, dampak pelatihan tidak berhenti pada dirinya. Ia turut membagikan metode yang dipelajari kepada rekan guru lainnya agar manfaatnya semakin luas.
Pada Fase 1, guru dibekali materi prinsip dasar belajar matematika, bilangan, dan geometri, disertai pendampingan satu semester. Sementara Fase 2 berfokus pada pengukuran, statistika, probabilitas, dan asesmen pembelajaran.
Dengan program ini, PT TIMAH tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kompetensi guru, tetapi juga memperkuat fondasi pembelajaran siswa. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus mempertegas komitmen terhadap pembangunan pendidikan yang berkelanjutan di wilayah operasionalnya.












