Di titik lain, seorang perawat yang sedang berjaga malam tersenyum saat menerima bingkisan sahur.
“Ini jadi tambahan energi kami. Terima kasih sudah peduli,” ujarnya singkat.
Menurut Fery, kegiatan ini merupakan perluasan dari gerakan ASN Peduli yang sebelumnya fokus pada internal ASN, kini menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin berbagi tidak hanya di lingkungan sendiri, tapi juga kepada masyarakat yang sedang dalam situasi sulit,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh bantuan berasal dari gotong royong para ASN yang dengan sukarela menyisihkan rezekinya.
“Ini bukan tentang besar kecilnya bantuan, tapi tentang ketulusan untuk hadir,” katanya.
Lebih dari sekadar pembagian makanan, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyampaikan empati dan harapan.
“Kami berharap, keluarga pasien tetap kuat, dan pasien yang dirawat segera diberi kesembuhan,” tutupnya.
Di lorong-lorong rumah sakit yang sunyi, langkah-langkah itu mungkin sederhana. Namun bagi mereka yang menerimanya, kehadiran itu menjadi cahaya kecil—yang menghangatkan, sekaligus menguatkan.












