BeritaPangkalpinang

Dari Konsolidasi ke Aksi: PA GMNI Babel Lahirkan Pemimpin Baru, Usung Marhaenisme yang Membumi

×

Dari Konsolidasi ke Aksi: PA GMNI Babel Lahirkan Pemimpin Baru, Usung Marhaenisme yang Membumi

Sebarkan artikel ini

Di tingkat kabupaten/kota, tongkat estafet juga berpindah ke figur-figur baru: Heri Alamsyah (Bangka Tengah), Zainal Arifin (Bangka), Agus Wahyu Suprihartanto (Pangkalpinang), Sawitra (Bangka Barat), Eliati (Belitung), dan Artur Widyatmoko (Belitung Timur).

Namun, bagi DPP PA GMNI, pergantian kepemimpinan hanyalah awal. Wasekjen DPP, Dr. Roby Robert Repi, mengingatkan bahwa legitimasi sejati para pemimpin baru akan diuji melalui kerja nyata di lapangan.

Ia menegaskan tiga mandat utama: mendorong alumni mengisi ruang strategis, mengaktualisasikan Marhaenisme dalam kebijakan publik, serta menjaga kesinambungan ideologi di kalangan kader GMNI di kampus.

“Marhaenisme tidak boleh berhenti sebagai diskursus. Ia harus hidup dalam kebijakan ekonomi dan politik yang berpihak dan inklusif,” tegasnya.

Kini, harapan tertuju pada kepemimpinan baru. Apakah konsolidasi ini akan melahirkan gerakan yang lebih progresif dan membumi, atau sekadar menjadi rutinitas organisasi—waktu yang akan menjawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *