Kecemasan yang sempat dirasakan akhirnya sirna berkat pelayanan petugas yang membuat proses donor berlangsung nyaman. Pengalaman pertama itu justru meninggalkan kesan mendalam baginya.
“Semoga darah yang kami donorkan bisa menjadi jalan kesembuhan bagi mereka yang sedang membutuhkan,” ungkap Axnes.
Pendonor lainnya, Ike, juga mengaku senang bisa menjadi bagian dari aksi kemanusiaan PT TIMAH. Menurutnya, stok darah merupakan kebutuhan vital yang tidak boleh sampai kosong, terutama ketika terjadi keadaan darurat.
Ia berharap kegiatan sosial seperti ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi terus dilaksanakan secara rutin agar semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor.
Sementara itu, Asep menilai donor darah memberikan manfaat ganda. Selain membantu menyelamatkan nyawa orang lain, kegiatan tersebut juga berdampak positif bagi kesehatan pendonor apabila dilakukan sesuai ketentuan medis.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak takut mendonorkan darahnya. Sebab, satu kantong darah yang diberikan dengan ikhlas dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang melawan sakit.
Melalui aksi kemanusiaan ini, PT TIMAH membuktikan bahwa peringatan HUT ke-50 bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, perusahaan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, menumbuhkan semangat gotong royong, dan memperkuat pesan bahwa kepedulian adalah investasi terbaik untuk kehidupan.












