Siti Hajar, orang tua Muhamat Ilyas Ramadani dari SMP Negeri 3 Parit Tiga, mengaku penuh harap agar putranya mampu melewati seluruh tahapan seleksi.
“Ini adalah ikhtiar yang sudah kami tempuh sampai tahap ini. Saya hanya bisa berdoa semoga anak saya diberi kemudahan dan bisa lolos menjadi penerima beasiswa PT TIMAH,” tuturnya dengan mata berbinar penuh harap.
Hal serupa diungkapkan Rizal, orang tua Zipilia, siswi SMP Negeri 6 Sungai Selan. Baginya, pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan keluarga.
“Saya terus mendukung dan berdoa agar anak saya diberi kelancaran. Semoga ia bisa meraih cita-citanya dan suatu hari nanti dapat mengangkat derajat keluarga,” katanya.
Department Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan, menyebut program ini dijalankan secara profesional dan transparan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk Pusat Inovasi Psikologi Universitas Padjadjaran, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, SMAN 1 Pemali, dan Asrama Pemali Boarding School.
“Semua proses seleksi berlangsung transparan dan gratis. Program ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Menurut Anggi, program ini diprioritaskan bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu agar mereka tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa terhambat kondisi ekonomi.
Di Pemali, mimpi-mimpi itu kini sedang diperjuangkan. Dan bagi puluhan pelajar tersebut, beasiswa bukan hanya soal sekolah gratis, tetapi tentang harapan, masa depan, dan kesempatan mengubah kehidupan.












