“Kami melihat masih ada kebingungan di internal koperasi, terutama terkait arah usaha dan permodalan. Ini yang membuat aktivitas belum maksimal,” ungkapnya. Senin, (30/3).
Sorotan juga mengarah pada pembangunan gedung koperasi yang menelan anggaran sekitar Rp1,1 miliar. Menurutnya, hasil pembangunan tersebut belum sepenuhnya sebanding dengan nilai anggaran yang dikeluarkan.
“Dengan anggaran sebesar itu, ekspektasinya tentu lebih baik. Namun, kami berharap ini tidak menjadi hambatan, justru menjadi motivasi untuk berbenah,” katanya.
Kunjungan ini bukan sekadar catatan kritik, melainkan dorongan untuk perubahan. KDMP Tanjung Binga diharapkan segera menemukan kejelasan arah, memperkuat fondasi manajemen, dan memastikan dukungan permodalan—agar kehadirannya benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi desa, bukan sekadar bangunan tanpa denyut aktivitas.












