Dipimpin oleh Sub Division Head Processing & Refinery, Kopdi Saragih, apel tersebut menekankan bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam implementasi K3. Tanpa kedisiplinan, sistem sebaik apa pun tidak akan mampu mencegah risiko.
Departement Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi, menambahkan bahwa budaya K3 menjadi fondasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus produktif. Menurutnya, kesadaran individu memegang peranan besar dalam menekan potensi kecelakaan kerja.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada peran yang kecil, setiap individu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman,” tegasnya.
Dengan pelaksanaan apel K3 secara berkala, PT TIMAH tidak hanya membangun sistem, tetapi juga membentuk karakter. Sebuah langkah penting untuk memastikan bahwa keselamatan bukan hanya prosedur, melainkan budaya yang hidup dan tumbuh di setiap denyut aktivitas perusahaan.












