BeritaPangkalpinangPertambangan

Bukan Sekadar Program, 15.605 Masyarakat Merasakan Jejak Manfaat TJSL PT TIMAH hingga Semester I 2026

×

Bukan Sekadar Program, 15.605 Masyarakat Merasakan Jejak Manfaat TJSL PT TIMAH hingga Semester I 2026

Sebarkan artikel ini

Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi rumahnya memprihatinkan. Dapur telah roboh, atap mengalami kerusakan, dan hujan kerap masuk hingga membasahi kasur.

Situasi tersebut membuat Maryati dan keluarganya hidup dalam kekhawatiran, terutama ketika hujan deras dan angin kencang melanda.

“Dapur sudah roboh, kalau hujan takut tertimpa kayu dan seng. Kalau angin kencang kami takut sekali dan hanya bisa berdoa untuk keselamatan. Karena hampir sebagian rumah sudah rusak,” ungkapnya.

Dengan kondisi ekonomi terbatas dan usia yang tak lagi muda, memperbaiki rumah secara mandiri menjadi sesuatu yang sulit diwujudkan.

“Saya sering berdoa, siapa ya yang akan bantu kami untuk perbaiki rumah ini. Kalau mau perbaiki sendiri tidak mungkin. Karena sudah tua dan tidak punya biaya,” ujarnya.

Bantuan PT TIMAH menjadi titik balik bagi Maryati. Rumah yang sebelumnya menghadirkan kecemasan perlahan kembali menjadi tempat berlindung yang lebih layak.

Ketika Bantuan Menjadi Modal untuk Bertahan

Di Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dukungan TJSL PT TIMAH hadir dalam bentuk yang berbeda.

Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang memanfaatkan bantuan perusahaan untuk membeli jaring penangkap ikan.

Ketua Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang, Jumari, menyebut bantuan tersebut sangat membantu para nelayan menghadapi kondisi hasil tangkapan yang tidak menentu.

“Alhamdulillah, bantuan dari PT TIMAH kami manfaatkan untuk membeli jaring bagi nelayan. Jaring yang dibeli disesuaikan dengan kebutuhan nelayan, yaitu untuk menangkap ikan biang dan ikan lome,” kata Jumari.

Bantuan tersebut bukan hanya memperkuat sarana kerja, tetapi juga membuka peluang bagi nelayan untuk terus mengandalkan laut sebagai sumber penghidupan.

Membuka Jalan bagi Generasi Penerus

Sementara di sektor pendidikan, Ulfia Maharani, siswa Pemali Boarding School PT TIMAH, merasakan langsung arti dukungan perusahaan bagi masa depannya.

Program tersebut, menurut Ulfia, membantunya mengejar cita-cita sekaligus mengurangi beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.

Ia berharap dukungan PT TIMAH dan MIND ID terus berlanjut agar semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi.

Ulfia menargetkan melanjutkan pendidikan ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan mengambil program studi Psikologi.

“Terima kasih PT TIMAH yang telah mendukung pendidikan saya dan bisa membantu meringankan beban orang tua saya. Ini kesempatan bagi saya untuk memberikan prestasi terbaik,” ucapnya.

Mengukur Manfaat dari Kehidupan yang Berubah

Program TJSL PT TIMAH hingga Semester I 2026 menunjukkan bahwa keberhasilan tanggung jawab sosial tidak semata diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana.

Ukuran lainnya terletak pada perubahan yang dirasakan masyarakat: rumah yang lebih aman, nelayan yang kembali memiliki alat kerja, pelaku UMK yang memperoleh ruang berkembang, serta pelajar yang berani merancang masa depan.

Sebab, pada akhirnya, sebuah program menemukan nilai sejatinya ketika manfaatnya tidak berhenti di atas kertas, melainkan tumbuh menjadi harapan yang nyata dalam kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *