Kini, produknya semakin beragam dan inovatif. Ia menghadirkan berbagai kerajinan seperti tas, dompet, gantungan kunci, bros, hingga lilin aromaterapi, semuanya dengan sentuhan khas yang membedakan dari produk lain di pasaran.
Kekuatan utama dari setiap karya adalah personalisasi yang membuat produk terasa lebih dekat dengan konsumen. Di tengah persaingan yang ketat, karakter inilah yang menjadi nilai lebih.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Keterbatasan bahan baku lokal membuat Dian harus bergantung pada pasokan dari luar daerah, yang berdampak pada proses produksi.
“Kadang kami kesulitan memenuhi permintaan karena bahan baku tidak selalu tersedia di sini,” jelasnya.
Dengan tim kecil yang hanya terdiri dari dua karyawan, Dian tetap berupaya menjaga kualitas dan konsistensi. Ia memasarkan produknya melalui platform digital dan berbagai kegiatan bazar.
Peran Rumah BUMN Belitung pun menjadi penting dalam perjalanan usahanya. Selain membuka akses promosi, pelatihan yang diberikan membantu meningkatkan kemampuan dan wawasan dalam mengembangkan usaha.
“Pelatihannya sangat membantu kami untuk terus berkembang,” tutup Dian.












