Sedangkan dari sisi tata kelola, PT TIMAH menjalankan bisnis dengan mengedepankan integritas, kepatuhan terhadap regulasi, transparansi, serta penerapan manajemen risiko yang kuat sebagai fondasi perusahaan yang sehat dan terpercaya.
Dalam pemaparannya, Dr. Deni Darmawati menjelaskan bahwa ESG telah menjadi standar baru dalam dunia usaha global. Menurutnya, penerapan ESG bukan lagi sekadar memenuhi kewajiban pelaporan, melainkan strategi penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan.
“ESG bukan sekadar pelaporan, tetapi hampir seluruh aktivitas sehari-hari di perusahaan berkaitan dengan ESG. ESG adalah cara kita bekerja, mengambil keputusan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan, masyarakat, serta lingkungan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pilar Environmental mencakup pengelolaan emisi, efisiensi energi dan air, pengelolaan limbah, pelestarian biodiversitas, hingga mitigasi perubahan iklim. Pilar Social mencakup ketenagakerjaan, K3, keberagaman, hak asasi manusia, keamanan data pelanggan, serta pengembangan masyarakat. Sedangkan pilar Governance meliputi tata kelola perusahaan, etika bisnis, antikorupsi, kepatuhan regulasi, manajemen risiko, sistem pengendalian, serta transparansi pelaporan.
Menurutnya, implementasi ESG akan memberikan manfaat strategis bagi PT TIMAH, mulai dari meningkatnya efisiensi operasional, terbukanya akses terhadap pasar dan investasi global, menguatnya reputasi perusahaan, hingga terjaminnya keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Yulia Eka Riyanti memaparkan gambaran pilar keberlanjutan serta menyampaikan ikhtisar kinerja keberlanjutan PT TIMAH sepanjang 2025 berdasarkan berbagai indikator ESG, sebagai cerminan komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.













