Ia menambahkan, akibat kejadian ini anaknya mengalami tekanan psikologis, juga luka karena pukulan dan sakit di dada, ‘ Bukti Visum dokter Ada, benar terjadi benturan fisik dan tindak kekerasan,” Katanya sedih.
Ketua ARMABA, Moris menegaskan kesimpulan kami tetap sama dari hasil rapat-rapat kami sebelumnya, akan mengawal terus proses hukum dan menuntut pelaku untuk dicopot dari jabatannya.
Selain itu melihat ada ketidakwajaran yang dilakukan pelaku serta ditambah rekam jejak pelaku yang tidak baik-baik saja, kami meminta APH agar mengecek LHKPN oknum tersebut.
Aliansi juga menyoroti hal yang sama atas isu dugaan pelaku yang pernah melakukan pengembalian dana dari hasil pemeriksaan BPK dan ada dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan Asrama ISBA Yogyakarta hingga melakukan perbuatan yang tidak wajar dan menurut kami perlu didalami APH.
Senada orang tua korban juga secara tegas meminta pencopotan jabatan Sekda Kabupaten Bangka dan Plh. Kasat Pol PP, yang dinilai telah mencoreng etika jabatan publik serta menunjukkan sikap arogansi yang tidak mencerminkan seorang pejabat negara.
Dengan Demikian, ARMABA bersama Aliansi Mahasiswa dan Alumni ISBA berharap agar Pengelolaan Asrama ISBA Yogyakarta ke depan dapat diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya asrama yogyakarta memiliki nilai strategis dan emosional bagi masyarakat Bangka dan Belitung.
“Betul, asrama ISBA harus menjadi rumah yang aman, tempat istirahat dan belajar bagi anak-anak Bangka di Yogyakarta. Harapannya dengan diambil alih, kedepan akan menjadi baik dan tidak ada lagi kejadian seperti ini yang menyeret pada praktek penyalahgunaan kewenangan pejabat negara,” tutupnya.












