“Kalau masalah keselamatan itu suatu hal yang tidak bisa kita tawar, apalagi di lingkungan kerja PT TIMAH Tbk yang berisiko tinggi. Kita harus tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap pekerjaan. Kalau ada potensi bahaya, lebih baik dihentikan dulu untuk diperbaiki sebelum dilanjutkan,” ujarnya.
Indah juga membagikan pengalamannya dalam menjaga kesehatan agar tetap produktif.
“Alhamdulillah bisa mendapat penghargaan Insan Timah Sehat. Saya berprinsip kalau tubuh kita sehat, otomatis kita bisa melakukan pekerjaan dengan baik dan cepat. Saat ini saya menjalankan puasa intermiten dengan jendela makan tertentu. Pola hidup sehat seperti konsumsi makanan nyata perlu digalakkan di kalangan karyawan,” katanya.
Sementara itu, Eddy, karyawan Divisi HSSE Area Kundur yang tergabung dalam tim pemenang Timah Fire and Rescue Challenge, menegaskan bahwa budaya K3 harus menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Bagi saya keselamatan kerja itu nomor satu. Budaya K3 harus kita terapkan setiap hari, terutama bagi kami yang bertugas sebagai tim pemadam kebakaran PT TIMAH Tbk,” ujarnya.
Ia menambahkan, timnya juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar wilayah operasional.
“Kami rutin memberikan pelatihan dan edukasi, mulai dari anak-anak PAUD hingga masyarakat umum, agar semua paham cara dasar menyelamatkan diri saat keadaan darurat,” ucap Eddy.
Melalui Bulan K3 Nasional ini, PT TIMAH Tbk kembali menegaskan komitmennya menjadikan keselamatan sebagai fondasi utama operasional perusahaan menuju pertambangan yang andal dan berkelanjutan.













