Tak hanya fokus pada pengerukan, pemerintah daerah juga menertibkan pondok-pondok jualan di sekitar lokasi. Penataan ini dilakukan agar kawasan tetap rapi dan tidak semakin memperparah kondisi lingkungan.
Bagi Yus, kegiatan ini adalah contoh nyata—bahwa perubahan harus dimulai dari tindakan, bukan sekadar imbauan.
“Kami ingin memberi contoh. Lingkungan ini milik bersama, jadi harus dijaga bersama. Jangan buang sampah sembarangan,” ujarnya.
Gotong royong itu mungkin sederhana. Namun dari sana, pesan besar disampaikan: bahwa kota tua seperti Mentok tidak cukup hanya dikenang—ia harus dirawat.
Dan di hari itu, di antara lumpur yang diangkat dan saluran yang kembali mengalir, harapan untuk kota yang lebih bersih pun ikut mengalir menuju laut.












