Deskripsi Gambar

BeritaPangkalpinangPertambangan

Almaster Mengetuk DPRD: Kami Bukan Anti-Timah, Kami Hanya Ingin Rakyat Tak Kehilangan Kepastian

×

Almaster Mengetuk DPRD: Kami Bukan Anti-Timah, Kami Hanya Ingin Rakyat Tak Kehilangan Kepastian

Sebarkan artikel ini

“Yang kami dorong adalah agar kegiatan pertambangan dapat berlangsung dengan tata kelola yang baik, legal, transparan, berkeadilan, memberikan kepastian kepada masyarakat, serta tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” kata Zen.

Bagi Almaster, pertambangan yang baik bukan hanya diukur dari produksi. Ia juga harus diukur dari seberapa jauh masyarakat memperoleh kepastian hukum, penambang mendapatkan perlindungan ketika bekerja sesuai aturan, perusahaan memperoleh ruang untuk berkembang dan lingkungan tidak ditinggalkan sebagai korban.

Karena itu pula, kritik terhadap PT TIMAH dinilai tidak semestinya langsung diterjemahkan sebagai upaya melemahkan perusahaan.

Justru perusahaan besar membutuhkan kontrol publik agar kebijakan dan pelaksanaan di lapangan terus dievaluasi.

Almaster juga mendorong agar program CSR PT TIMAH semakin tepat sasaran, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, baik kepada masyarakat di wilayah operasional maupun masyarakat Bangka Belitung secara lebih luas.

“Kami ingin PT TIMAH maju, pendapatannya meningkat, kontribusinya kepada negara semakin besar, dan manfaat keberadaan perusahaan semakin dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.

Namun Almaster tidak ingin persoalan berhenti pada aksi dan tuntutan.

Mereka membuka ruang dialog dengan PT TIMAH maupun pemerintah. Sebab, menurut Zen, masyarakat, perusahaan dan pemerintah tidak harus selalu ditempatkan sebagai tiga pihak yang saling berhadapan.

Perbedaan pandangan dapat menjadi pintu masuk untuk mencari jalan keluar, sepanjang dibahas secara terbuka, berdasarkan data dan aturan.

“Almaster sangat terbuka terhadap komunikasi dan dialog yang konstruktif dengan PT Timah maupun pemerintah. Perbedaan pandangan dapat menjadi bahan evaluasi apabila dibicarakan secara terbuka dan berdasarkan data serta aturan yang berlaku,” katanya.

Pesan itu sekaligus menjadi garis akhir dari sikap Almaster.

Mereka ingin kepastian hukum. Mereka ingin tata kelola yang transparan. Mereka ingin masyarakat mendapatkan perlindungan. Mereka ingin perusahaan tetap tumbuh. Dan mereka ingin lingkungan tidak dikorbankan demi angka produksi.

“Posisi Almaster jelas: bukan anti-PT TIMAH dan bukan anti-pertambangan. Almaster menempatkan diri sebagai pengawas, kontrol sosial sekaligus pihak yang mendukung PT TIMAH melalui kritik dan masukan konstruktif,” tegas Zen.

Sebab pada akhirnya, timah bukan hanya tentang apa yang bisa diambil dari tanah Bangka Belitung, tetapi juga tentang apa yang harus dikembalikan kepada rakyat yang hidup di atasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *