“Pergi haji bukan untuk gelar. Ini adalah panggilan iman. Semoga langkah para jemaah dimuliakan dan menjadi bagian dari syiar Islam yang penuh keberkahan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen IPHI dalam mendukung dan mendampingi jemaah agar dapat menjalani ibadah dengan maksimal.
Sementara itu, H. Anwar Effendi dari IPHI Bangka Belitung mengingatkan pentingnya kesiapan menyeluruh—fisik, mental, dan materi—dalam menjalani ibadah haji.
“Tinggalkan sejenak dunia, fokuskan hati hanya kepada Allah SWT. Jadikan perjalanan ini sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat tauhid,” pesannya.
Keberangkatan tahun ini mencerminkan semangat lintas generasi. Dari jemaah muda berusia awal 20-an hingga lansia di atas 80 tahun, semua disatukan oleh satu tujuan: memenuhi panggilan Ilahi. Tercatat 11 lansia, 28 jemaah berisiko tinggi, dan 4 lansia dengan risiko tinggi turut berangkat.
Mereka bukan sekadar angka, melainkan kisah tentang kesabaran, pengorbanan, dan keyakinan. Kini, langkah mereka menuju Tanah Suci menjadi saksi bahwa setiap doa yang tulus, pada waktunya, akan menemukan jalannya.












