Bukan Pesta, Tapi Doa: Ustadz Imam Wahyudi Rayakan Hijrah Usia dengan Lempah Kuning (P/E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Usia bertambah, tetapi yang dirayakan bukan kemewahan. Bukan pula pesta besar dengan gemerlap lampu.
Hanya sepiring lempah kuning, beberapa sahabat, kerabat, keluarga dan doa yang mengalir pelan.
Bagi Ustadz Imam Wahyudi, itulah cara paling sederhana untuk mensyukuri apa yang disebutnya sebagai “Hijrah Usia”.
Senin (14/9/2026), suasana sederhana itu berlangsung penuh keakraban. Ustadz Imam bersama orang-orang terdekat berkumpul menikmati Lempah Kuning Ala Habang, sembari memanjatkan doa agar usia yang dilalui tidak sekadar panjang, tetapi juga penuh manfaat dan keberkahan.
“Iya, di hari bahagia ini, saya bersyukur bisa menapaki usia. Kepada teman, kerabat dan keluarga yang telah mendoakan, saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Ustadz Imam.
Hari itu menjadi istimewa karena hadir pula Al Mukarrom Ustadz Edduar, ulama sekaligus pimpinan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Darussalam Gontor Babel, bersama Pemimpin Redaksi senior Bang Haji Doy Ahada dan sejumlah teman seperjuangan.
Di antara tawa dan obrolan, terselip cerita tentang seorang Imam Wahyudi yang dikenal bukan karena banyak bicara, melainkan karena cara ia memperlakukan orang lain.
Ustadz Edduar tak kuasa menyembunyikan rasa haru ketika diminta menyampaikan pandangannya tentang sosok Ustadz IW.
Baginya, Imam Wahyudi adalah pribadi yang peduli, berjiwa merdeka dan tidak mengenal sekat dalam membantu sesama.
“Beliau tidak pernah membedakan Oesan-Oesin. Bagi beliau, semua sama. Sudah menjadi tugasnya untuk saling membantu sesama,” tutur Ustadz Edduar.
Sementara Bang Haji Doy melihat Ustadz IW sebagai sosok yang tenang, bersahabat dan membuat orang lain nyaman.













