Deskripsi Gambar

Bangka BelitungBeritaPangkalpinangPemerintahan

Ketika Jalanan Pangkalpinang Menjadi Panggung Kemerdekaan, Dari Derap Pelajar hingga Senyum Pedagang

×

Ketika Jalanan Pangkalpinang Menjadi Panggung Kemerdekaan, Dari Derap Pelajar hingga Senyum Pedagang

Sebarkan artikel ini

Ketika Jalanan Pangkalpinang Menjadi Panggung Kemerdekaan, Dari Derap Pelajar hingga Senyum Pedagang (E: Yosua.Asw)

PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Hari itu, Pangkalpinang tidak sekadar menjadi kota tempat pawai berlangsung. Jalan-jalannya berubah menjadi panggung besar tempat kemerdekaan dirayakan oleh semua kalangan.

Rabu (26/8/2026), ribuan warga memenuhi sepanjang jalur Pawai Baris-Berbaris, Karnaval, dan Parade Drum Band dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pelajar datang dengan seragam dan kreativitasnya. ASN dan instansi pemerintah mengambil bagian. BUMN, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum turut mengisi barisan.

Di kawasan Panggung Kehormatan, sebelah Polsek Taman Sari Pangkalpinang, keramaian semakin terasa. Gubernur Babel Hidayat Arsani bersama Ketua TP PKK Babel Noni Hidayat Arsani hadir menyaksikan langsung.

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin bersama Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang Susanti, Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, Pj Sekda Babel Fery Afriyanto, Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, peserta, dan warga juga hadir dalam kemeriahan tersebut.

Paskibraka Provinsi Babel dan Kota Pangkalpinang menjadi barisan pertama yang membuka pawai. Bendera start dikibarkan oleh Hidayat bersama jajaran Forkopimda.

Sejak saat itu, jalanan seakan memiliki denyutnya sendiri.

Langkah kaki bergerak serempak. Drum band berdentum. Tepuk tangan pecah dari sisi jalan. Anak-anak berdiri di antara kerumunan, sementara orang tua sibuk mengabadikan momen.

Namun di balik kemeriahan itu, Hidayat mengingatkan satu hal yang tidak boleh hilang: ingatan tentang perjuangan.

“Alhamdulillah, hari ini cuaca bagus dan kita semua sehat. Mari jadikan momentum ini untuk mengingat sejarah, karena kemerdekaan adalah perjuangan yang harus terus kita ingat,” ujar Hidayat.

Ia mengajak masyarakat menjaga kekompakan dan kedamaian. Kemerdekaan, menurutnya, harus dirawat melalui kebersamaan yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan kita sehat selalu, berangkat sehat dan pulang juga sehat,” pesannya.

Pawai yang digelar Pemprov Babel melalui Badan Kesbangpol Babel itu berlangsung dalam rangkaian tiga hari, yakni 26, 27, dan 29 Agustus 2026.

Hari pertama diisi Pawai Baris-Berbaris dengan 108 peserta. Mereka terdiri dari 27 kelompok SD/MI, 20 kelompok SMP/MTs, 47 kelompok SMA/SMK/MA, empat kelompok BUMN, dan 10 kelompok umum. Sebanyak 11 kelompok drum band turut memperkuat kemeriahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *