Deskripsi Gambar

BangkaBeritaOlahragaORGANISASI

Jangan Biarkan Atlet Bangka Berjuang Sendiri, KONI Tegaskan Dukungan Menuju Porprov

×

Jangan Biarkan Atlet Bangka Berjuang Sendiri, KONI Tegaskan Dukungan Menuju Porprov

Sebarkan artikel ini

Jangan Biarkan Atlet Bangka Berjuang Sendiri, KONI Tegaskan Dukungan Menuju Porprov (P/E: Yosua.Asw)

SUNGAILIAT, LIPUTANSATU .COM, — Prestasi tidak lahir hanya dari keringat yang jatuh di lapangan. Di belakangnya ada biaya, fasilitas, pelatih, dukungan keluarga, dan yang paling penting: kepastian bahwa seorang atlet tidak sedang berjuang sendirian.

Sorotan terhadap kondisi atlet putri futsal dan sepak takraw yang disebut harus menggunakan uang pribadi untuk berlatih kini mendapat respons dari KONI Kabupaten Bangka.

Ketua KONI Bangka periode 2026-2030, Syamsul Maulana, menanggapi pemberitaan media PEKATNEWS.ID berjudul “Bawa Nama Bangka, Berlatih Pakai Uang Sendiri, Atlet Putri Futsal dan Takraw Mengadu ke Imam Wahyudi” yang terbit pada 25 Agustus 2026.

Syamsul mengatakan KONI memiliki tanggung jawab besar dalam pembinaan olahraga, terlebih persiapan menuju Porprov VII Kepulauan Bangka Belitung yang akan digelar November 2026 di Kabupaten Bangka Tengah.

Karena itu, proses seleksi atlet dilakukan secara ketat.

“Sejak Mei sampai Agustus kita sudah menjalani latihan dan seleksi. Ada 26 cabang olahraga yang dipersiapkan. Sepak takraw termasuk yang dipertandingkan, sedangkan futsal tidak dipertandingkan di Porprov,” ujarnya. Jumat, (28/08).

Ia menegaskan, tidak semua atlet yang mengikuti proses seleksi otomatis menjadi bagian dari kontingen Bangka.

“Awal September nanti hasil seleksi akan menentukan nama-nama atlet yang berangkat. Setelah itu baru KONI memberikan dana pembinaan atau transportasi berupa insentif,” jelasnya.

Anggaran Terbatas, Pembinaan Tetap Jalan

Syamsul mengakui bahwa keterbatasan anggaran hibah membuat KONI harus melakukan efisiensi.

Selama periode Mei-Agustus, kata dia, belum ada anggaran khusus yang diberikan kepada atlet peserta seleksi. Sementara sekitar 60 pelatih telah mendapatkan dukungan anggaran untuk periode Mei-Oktober 2026.

“Ini memang karena anggaran hibah terbatas. Kita harus mengatur dan menggunakan anggaran secara efisien,” katanya.

Namun, keterbatasan anggaran bukan berarti atlet boleh dibebani biaya untuk fasilitas latihan yang telah ditentukan.

“Kalau fasilitas latihan sudah ditentukan, itu menjadi tanggung jawab pembina cabang olahraga dan KONI. Jadi atlet yang mengikuti seleksi tidak dibebankan untuk membayar,” tegasnya.

Penjelasan tersebut menjadi penting. Sebab, bagi atlet muda, biaya latihan yang terlihat kecil bagi sebagian orang bisa menjadi beban besar bagi keluarga.

“Jangan sampai karena persoalan biaya, atlet kehilangan kesempatan untuk berprestasi,” kata Syamsul.

Dalam proses seleksi tersebut, KONI Bangka menargetkan sekitar 350 atlet akan terpilih untuk memperkuat kontingen. Mereka juga akan mendapatkan perlindungan BPJS selama tiga bulan.

Riska Ada di Dalam Daftar Seleksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *