BeritaPangkalpinangPertambangan

Dari Rebana hingga Ritual Adat, Langkah PT TIMAH Menjaga Warisan Leluhur Tetap Bernyawa

×

Dari Rebana hingga Ritual Adat, Langkah PT TIMAH Menjaga Warisan Leluhur Tetap Bernyawa

Sebarkan artikel ini

Dari Rebana hingga Ritual Adat, Langkah PT TIMAH Menjaga Warisan Leluhur Tetap Bernyawa (E: Yosua.Asw)

PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM, – Budaya adalah jejak peradaban yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di balik setiap denting rebana, ritual adat, dan tradisi masyarakat, tersimpan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter serta identitas sebuah bangsa. Karena itu, menjaga budaya berarti menjaga masa depan.

Komitmen itulah yang terus diperlihatkan PT TIMAH (Persero) Tbk melalui berbagai dukungan nyata terhadap pelestarian adat, tradisi, dan kesenian masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT TIMAH hadir tidak hanya sebagai perusahaan yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam merawat warisan budaya yang telah hidup selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Terbaru, perusahaan memberikan bantuan alat musik rebana kepada Grup Rebana AS-Saaddah di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Bantuan tersebut menjadi penyelamat bagi kelompok seni yang selama ini aktif menghidupkan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Ketua Grup Rebana AS-Saaddah, Yulizana, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, alat musik yang digunakan sebelumnya sudah tidak layak pakai sehingga aktivitas kelompok menjadi terbatas.

“Alat yang kami miliki sebelumnya sudah rusak, padahal kami masih rutin latihan dan sering tampil dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Bantuan ini sangat membantu kami,” ungkapnya.

Bagi para anggota grup, bantuan tersebut bukan hanya soal peralatan baru, tetapi juga bentuk perhatian yang memberi semangat untuk terus melestarikan seni rebana sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Melayu.

Dukungan PT TIMAH terhadap budaya tidak berhenti di satu tempat. Di Kabupaten Bangka, perusahaan ikut mendukung keberadaan Kampung Adat Gebong Memarong di Air Abik, Desa Gunung Muda bersama masyarakat Adat Mapur. Kawasan ini kini menjadi ruang belajar budaya sekaligus destinasi wisata yang memperkenalkan sejarah dan kearifan lokal kepada masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *