Pihak PLN Pusat merespons dengan memaparkan kondisi sistem kelistrikan Babel yang dinilai aman.
“Saat ini daya listrik di Bangka dan Belitung dalam kondisi lebih dari cukup. Bahkan ada cadangan yang bisa mengantisipasi lonjakan kebutuhan,” ungkap perwakilan PLN.
Tak berhenti di situ, Edi mempertanyakan arah pengembangan energi terbarukan sebagai solusi jangka panjang. Sementara itu, Taufik Rizani bersama Syarifah Amelia dan Imelda menyoroti rencana pembangunan pembangkit listrik gas di Belitung tahun 2027, kualitas bahan baku, serta kemudahan layanan bagi masyarakat.
“Kami ingin pelayanan listrik tidak hanya tersedia, tetapi juga mudah diakses dan berkualitas,” kata Syarifah Amelia.
PLN juga memaparkan sejumlah program, mulai dari bantuan pasang baru listrik (BPBL) hingga dukungan bagi UMKM. Terkait keluhan layanan, PLN berjanji akan melakukan evaluasi dan pembenahan manajemen secara menyeluruh.
Kunjungan ini menegaskan peran DPRD sebagai penyambung suara rakyat. Sebab di balik angka-angka listrik, ada harapan masyarakat yang menuntut keadilan dan kepastian energi untuk masa depan.












