“Beliau mendidik kami dengan contoh. Kami diajarkan pentingnya agama, pentingnya sholat berjamaah di masjid, dan bagaimana bekerja jujur dengan prinsip yang kuat,” kata salah satu siswa, Minggu (8/3/2026).
Bagi mereka, Norul Hidayat bukan sekadar komandan, melainkan figur yang membentuk karakter.
“Kami bangga pernah dididik oleh beliau. Kombes Norul Hidayat adalah polisi yang jujur, baik, dan sangat menginspirasi,” ujarnya.
Di balik ketegasannya sebagai pendidik polisi, Norul Hidayat menjalani kehidupan yang sangat sederhana. Ia memiliki kegemaran bertani dan memanfaatkan lahan kosong di sekitar SPN untuk menanam buah serta palawija, menjadikan kawasan sekolah lebih hijau dan produktif.
Kesederhanaan itu juga tercermin dalam gaya hidupnya. Ia masih menggunakan mobil dinas lama yang telah usang, sementara kendaraan pribadinya hanya sebuah sepeda motor.
Jika sebagian pemimpin dikenal luas di dunia maya, Norul Hidayat justru dikenal melalui jejak keteladanan yang nyata. Mungkin namanya tidak viral di media sosial, namun bagi para siswa SPN dan rekan-rekannya, ia adalah figur yang selalu hidup dalam ingatan.
Seorang polisi yang membuktikan bahwa integritas tidak selalu perlu sorotan—cukup dijalani dengan kejujuran dan pengabdian.












