“Karena itu koordinasi lintas sektor sangat penting agar semua potensi kerawanan dapat diantisipasi sejak dini,” kata Hidayat.
Sebagai simbol dimulainya operasi, Gubernur menyematkan pita tanda operasi kepada perwakilan personel yang akan bertugas. Setelah itu dilakukan pemeriksaan pasukan dan pengecekan perlengkapan operasional.
Kapolda Babel Viktor T. Sihombing menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan 1.602 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Menumbing tahun ini.
“Semua personel berasal dari Polri, TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait yang akan bertugas sesuai dengan fungsi masing-masing,” jelas Viktor.
Pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik strategis seperti masjid, bandara, pelabuhan, jalur transportasi utama, hingga kawasan wisata yang diprediksi ramai dikunjungi setelah Lebaran.
Selain itu, kepolisian juga akan mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti balapan liar serta kepadatan lalu lintas di lokasi wisata.
Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, aparat menyiapkan 20 Pos Pengamanan, 9 Pos Pelayanan, dan 5 Pos Terpadu yang tersebar di berbagai wilayah di Bangka Belitung.
“Harapan kita seluruh rangkaian kegiatan mulai dari ibadah Ramadan, malam takbiran hingga Salat Idulfitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Viktor.
Dengan kesiapan ribuan personel serta dukungan lintas sektor, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat merayakan lebaran dengan rasa aman serta menjalani perjalanan mudik dengan nyaman.












