Untuk peserta didik tingkat SMP, bantuan tunai yang diterima mencapai Rp1 juta per siswa.
“Tolong uangnya benar-benar dibelikan perlengkapan belajar anak-anak kita. Kalau tingkat SMP mendapatkan satu juta rupiah, tolong dibelikan kebutuhan yang memang mereka perlukan,” tegasnya.
Di tengah penyerahan bantuan tersebut, Pemkot Pangkalpinang juga menempatkan sejarah dan budaya lokal sebagai bagian penting dari pendidikan generasi muda.
Hal itu ditandai dengan peluncuran buku belajar budaya dan sejarah Kota Pangkalpinang. Saparudin menilai pengenalan sejarah sejak dini dapat membantu anak memahami perjalanan daerah sekaligus membangun karakter.
“Sejarah menjadikan kita lebih dewasa dan memberikan pengalaman serta pembelajaran berharga untuk menatap masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, pengetahuan mengenai budaya lokal juga tidak kalah penting. Dari sana, kecintaan terhadap daerah dapat tumbuh dan menjadi bagian dari karakter generasi muda Pangkalpinang.
“Mengetahui budaya lokal juga akan menumbuhkan kecintaan dan kasih sayang kita terhadap lingkungan Kota Pangkalpinang,” pungkas Saparudin.













