“Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp 34 triliun akan dialokasikan untuk bantuan pangan bergizi bagi anak sekolah, Rp 3,1 triliun untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta Rp 3,9 triliun untuk belanja pegawai. Selain itu, Rp 3,1 triliun untuk digitalisasi, Rp 700 miliar untuk pemantauan dan pengawasan, serta Rp 3,8 triliun untuk penyediaan dan penyaluran, termasuk pelatihan tenaga gizi,” jelas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dikutip dari Indonesia.go.id.
Menkeu Sorot Penyerapan Anggaran yang Besar dan Belum Terpakai
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya, menyampaikan pendapatnya ke Presiden Prabowo untuk mengecek penyerapan anggaran yang belum optimal. Terutama optimalisasi untuk kementerian atau lembaga yang memiliki anggaran cukup besar.
“Tadi saya ajak ke Pak Presiden, bulan depan saya akan mulai beredar di kementerian-kementerian yang besar, yang penyerapan anggarannya belum optimal,” kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/9/2025) lalu.
Menkeu mengatakan akan mengecek sampai Oktober mendatang. Jika penyerapan belum optimal, maka anggaran akan dialokasikan untuk program lain yang bisa langsung dirasakan oleh rakyat.
“Kita sebarkan ke program-program yang langsung siap ke rakyat. Saya nggak mau uang nganggur,” imbuhnya.
Merespons hal ini, Kepala BGN tidak khawatir akan rencana Menkeu. Menurutnya, penyerapan anggaran MBG akan segera selesai.
Saya nggak khawatir terkait dengan itu karena penyerapan kita, insya Allah, akan selesai, apalagi Rp 71 triliun tahun ini pasti terserap,” ujar Dadan dalam detikNews, dikutip Selasa (23/9/2025).
Dadan mengakui, masih ada Rp 9,1 triliun anggaran yang belum digunakan. Di sisi lain, MBG diprediksi membutuhkan tambahan anggaran Rp 50 triliun.
“Meskipun ada Rp 9,1 triliun masih dibintangi, belum bisa kita pakai, dan itu masih dalam proses membuka bintang. Namun kita memprediksi akan butuh tambahan Rp 50 triliun. Pak Presiden sudah membuat standby Rp 100 triliun, jadi kami tidak risau yang begitu-begitu karena kami tahu apa yang harus kami lakukan,”












