BangkaBeritaORGANISASI

Tertahan Bertahun-tahun, Rampung Dua Pekan: GESID Babel Bantu Buka Jalan Legalitas Yayasan Asyaroni

×

Tertahan Bertahun-tahun, Rampung Dua Pekan: GESID Babel Bantu Buka Jalan Legalitas Yayasan Asyaroni

Sebarkan artikel ini

“Saya sebagai pendiri yayasan atau pondok ini berharap ke depannya yayasan ini semoga memberikan banyak manfaat kepada umat, terutama di Dusun Kumpai, kemudian Kecamatan Belinyu, dan mudah-mudahan bisa memberikan manfaat untuk se-Bangka Belitung,” tutur Ustaz Rizal.

GESID Babel Dorong Penyelesaian, Bukan Sekadar Seremoni

Ketua Umum BPW GESID Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suwardian Ramadhan, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya diarahkan untuk memberikan dukungan nyata terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam proses Yayasan Asyaroni Rinding Panjang, GESID tidak hanya hadir dalam bentuk simbolis, tetapi turut mengawal komunikasi dan membantu membuka akses hingga legalitas yayasan dapat diselesaikan.

“Bagi kami, ini bukan sekadar tentang berdirinya sebuah yayasan. Ada proses panjang yang sudah dilalui oleh masyarakat dan pengurus pondok. Ketika kami mengetahui ada ikhtiar yang sudah berjalan selama beberapa tahun tetapi masih menghadapi kendala, tentu kami berupaya ikut mengawal dan membuka komunikasi agar prosesnya dapat menemukan jalan keluar,” jelas Suwardian.

Ia menilai, proses tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas unsur dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Ketika masyarakat, pemuda, tokoh agama, dan pemangku kepentingan bergerak dalam satu tujuan, persoalan yang sebelumnya terasa sulit dapat menemukan jalan penyelesaian.

Apresiasi untuk Mereka yang Membuka Jalan

Di balik rampungnya proses legalitas Yayasan Asyaroni Rinding Panjang, terdapat sejumlah pihak yang turut membantu.

Ustaz Rizal menyampaikan apresiasi kepada Ustaz H. Zuhri M. Syazali, Lc., MA., serta Hj. Dwi Ariani atas dukungan komunikasi dan fasilitasi yang diberikan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ian yang membantu mempertemukan pengurus pondok dengan pihak-pihak tersebut.

“Saya juga terima kasih banyak kepada Bapak Ian yang sudah banyak membantu dalam proses mendirikan yayasan ini sehingga kami bisa bertemu dengan Ustaz Zuhri dan Ibu Hajah Dwi Ariani. Alhamdulillah sekarang yayasan ini sudah selesai,” katanya.

Babak Baru Setelah Legalitas Terbit

Kini, Yayasan Asyaroni Rinding Panjang memasuki fase baru.

Pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan legalitas tersebut menjadi fondasi bagi penguatan kegiatan pondok, peningkatan pembinaan santri dan santriwati, serta pengembangan pendidikan Islam yang lebih terarah.

Kebutuhan sarana dan prasarana juga diharapkan mendapat perhatian melalui dukungan dan kolaborasi berbagai pihak.

GESID Babel menyatakan akan terus membangun komunikasi dan kolaborasi sesuai kapasitas organisasi untuk mendukung penguatan generasi muda melalui pendidikan, keagamaan, dan pembentukan karakter.

“Legalitas ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi menjadi awal dari langkah yang lebih panjang. Harapannya, Yayasan Asyaroni Rinding Panjang dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang berilmu, berakhlak, mencintai agama dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Suwardian.

Perjalanan Yayasan Asyaroni Rinding Panjang menunjukkan bahwa sebuah lembaga pendidikan tidak lahir hanya dari dokumen legalitas.

Ia tumbuh dari ketekunan, kesabaran, dan keberanian untuk terus mengetuk pintu bantuan.

Kini, setelah penantian panjang berakhir, tantangan berikutnya adalah menjaga agar harapan itu tidak berhenti di atas kertas—melainkan menjelma menjadi pendidikan yang hidup dan manfaat yang terus mengalir bagi umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *