Deskripsi Gambar

BeritaPangkalpinangPertambangan

Tambang Tak Cukup Diberitakan dari Permukaan, MediaMIND 2026 Tantang Jurnalis Menggali Cerita di Baliknya

×

Tambang Tak Cukup Diberitakan dari Permukaan, MediaMIND 2026 Tantang Jurnalis Menggali Cerita di Baliknya

Sebarkan artikel ini

Tambang Tak Cukup Diberitakan dari Permukaan, MediaMIND 2026 Tantang Jurnalis Menggali Cerita di Baliknya (E: Yosua.Asw)

PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM — Pertambangan bukan hanya soal tanah yang digali dan mineral yang diangkat ke permukaan.

Di baliknya ada denyut ekonomi masyarakat, investasi, industri, lingkungan, hilirisasi, teknologi, hingga pertanyaan paling penting: sejauh mana kekayaan bumi mampu kembali menjadi manfaat bagi rakyat?

Pertanyaan itulah yang menjadi salah satu roh dalam Sosialisasi MediaMIND 2026 yang digelar MIND ID bersama PT TIMAH (Persero) Tbk di Graha Timah, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (9/9/2026).

Sosialisasi diikuti jurnalis dari berbagai media di Bangka Belitung serta mahasiswa. Kegiatan menghadirkan Division Head of CSR PT TIMAH (Persero) Tbk Rahmat Taufik, Corporate Communication MIND ID M. Richard dan jurnalis ANTARA Yusuf Dzul Ikram sebagai narasumber.

MediaMIND dirancang sebagai ruang perjumpaan antara industri dan dunia jurnalistik. Bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi membuka ruang bagi jurnalis, akademisi, pengamat dan masyarakat untuk melihat industri mineral dari berbagai sudut pandang.

Mengangkat tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri”, MediaMIND 2026 mendorong peserta mengangkat cerita tentang pengelolaan kekayaan mineral Indonesia secara bertanggung jawab.

Isunya pun dibuat luas, mulai dari Ekonomi dan Investasi, ESG & Green Mining, Hilirisasi, Industrialisasi dan Ketahanan Mineral Indonesia, Kontribusi Sosial Masyarakat, hingga Transformasi dan Inovasi.

Dengan demikian, pertambangan tidak lagi sekadar menjadi berita tentang produksi dan komoditas.

Ada cerita tentang bagaimana mineral diolah. Ada cerita tentang lingkungan yang harus dijaga. Ada cerita tentang masyarakat yang menggantungkan hidup pada denyut ekonomi pertambangan. Dan ada cerita tentang bagaimana Indonesia berusaha keluar dari ketergantungan sebagai pemasok bahan mentah.

Ketika Mineral Tak Lagi Cukup Dijual Mentah

Corporate Communication MIND ID M. Richard menegaskan bahwa industri pertambangan Indonesia tengah memasuki babak baru melalui hilirisasi.

Pengelolaan mineral, kata dia, tidak cukup berhenti pada aktivitas penambangan. Mineral harus diproses lebih jauh agar menghasilkan nilai tambah sekaligus memperkuat kemampuan teknologi dan industri nasional.

“Babak baru yang kita bangun adalah hilirisasi yang terintegrasi. Pengembangan industri hilir juga menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan nilai ekonomi sumber daya alam sekaligus membangun kemampuan teknologi dan industri nasional,” katanya.

Perubahan tersebut membuat isu pertambangan semakin kaya untuk ditulis.

Jurnalis dapat menggali bukan hanya produksi dan keuntungan perusahaan, tetapi juga bagaimana transformasi industri berlangsung, bagaimana lingkungan dikelola, bagaimana masyarakat menerima manfaat dan bagaimana hilirisasi membentuk masa depan ekonomi Indonesia.

Di situlah media ditantang untuk tidak berhenti pada permukaan.

Sementara itu, Yusuf Dzul Ikram dari ANTARA menyebut animo terhadap MediaMIND terus meningkat. Pada 2026, sebanyak 736 karya mengikuti kompetisi tersebut.

“Jumlah karya yang masuk terus bertambah. Ini menunjukkan semakin banyak orang yang tertarik dengan isu pertambangan dalam perspektif jurnalistik,” katanya.

Ia berharap kompetisi tersebut mampu mendorong lahirnya karya jurnalistik yang lebih mendalam, informatif dan menawarkan perspektif berbeda tentang industri pertambangan Indonesia.

Angka Laba dan Cerita di Balik Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *