“Kalau ada yang terkait dengan pengaduan-pengaduan yang sifatnya penipuan ataupun keluhan pelayanan dari Lembaga Jasa Keuangan, bisa langsung ke aplikasi APPK, atau singkatannya Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen,” jelas Eko.
Tidak berhenti di sana. Untuk persoalan scam, masyarakat juga dapat melapor melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Sementara untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan kepada OJK, tersedia pula layanan Kontak 157.
“Kemudian kami juga punya channel yang meng-handle masalah scam melalui Indonesia Anti-Scam Center, masyarakat juga bisa mengadu di sana. Kalau masih kurang juga, langsung Kontak 157,” katanya.
Bagi Ketua SMSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bardian Zakaria, kolaborasi tersebut menjadi penting karena media bukan hanya bertugas menyampaikan peristiwa, tetapi juga memiliki tanggung jawab membantu publik memahami persoalan yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
Layanan keuangan, investasi, pinjaman, dan transaksi digital telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Namun, di balik kemudahan itu, terdapat risiko yang juga semakin kompleks.
Karena itu, SMSI Babel berkomitmen mendorong media anggotanya untuk memperkuat pemberitaan dan edukasi yang bersumber dari informasi kredibel OJK.
Masyarakat diharapkan tidak mudah tergoda oleh iming-iming keuntungan, tidak gegabah mengambil keputusan finansial, serta lebih mengenali pola-pola penipuan yang terus berkembang mengikuti teknologi.
Sebab, melawan scam tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku setelah korban berjatuhan. Pencegahan harus dimulai jauh sebelumnya: dari pengetahuan, kewaspadaan, dan informasi yang benar.
Di titik itulah media dan OJK memiliki ruang untuk berjalan beriringan.
Satu menyampaikan informasi. Satu menguatkan edukasi dan perlindungan konsumen. Dan di antara keduanya, ada masyarakat yang membutuhkan satu hal paling penting: informasi yang benar sebelum terlambat.
Sinergi SMSI Babel dan OJK diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Bangka Belitung, sekaligus membangun pertahanan publik menghadapi kejahatan sektor jasa keuangan yang semakin canggih.













