GMKI Pangkalpinang Sentil Pemkot: Kemarau Sulit Air, Hujan Malah Banjir! (E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Persoalan lingkungan di Kota Pangkalpinang kembali menjadi sorotan. Saat kemarau panjang, masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Namun, ketika hujan turun, sejumlah ruas jalan justru terendam banjir, termasuk kawasan Pasar Induk yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Kondisi yang berulang ini memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas perencanaan pembangunan dan kebijakan Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mengatasi persoalan lingkungan. Ketersediaan air bersih dan penanganan banjir dinilai tidak boleh dipandang sebagai persoalan musiman, melainkan kebutuhan mendasar yang harus ditangani secara terencana dan berkelanjutan.
Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pangkalpinang, Yosev Surbakti, menyoroti persoalan banjir yang hingga kini masih menghantui masyarakat setiap kali hujan mengguyur kota. Menurutnya, banjir bukanlah masalah baru, sehingga pemerintah semestinya telah memiliki langkah konkret untuk mencegah persoalan serupa terus berulang.
Situasi tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah, terutama terkait efektivitas program pengendalian banjir dan perbaikan infrastruktur drainase.
Pertanyaan mendasarnya, sejauh mana kebijakan pencegahan banjir telah dijalankan? Lalu, langkah nyata apa yang telah dilakukan pemerintah untuk memastikan masyarakat tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim hujan?
Sorotan khusus juga diarahkan pada kawasan Pasar Induk. Sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, banjir di kawasan tersebut berpotensi mengganggu kegiatan pedagang, menyulitkan masyarakat berbelanja, serta menghambat perputaran ekonomi.













