Saat Rakyat Kesulitan, PDIP Babel dan Rudi Center Pilih Turun Tangan: Air Bersih, Pendidikan hingga Bantuan Pangan (P/E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Ketika hujan tak kunjung turun dan kebutuhan hidup semakin menekan, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar kata-kata. Mereka membutuhkan uluran tangan yang nyata.
Semangat itulah yang menjadi landasan berbagai kegiatan sosial PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Yayasan Rudi Center sepanjang 2026. Beragam bantuan digulirkan, mulai dari air bersih dan sumur bor, beras, pengobatan gratis, bedah rumah, hingga dukungan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi warga.
Bantuan buku, seragam sekolah, serta beasiswa juga menjadi bagian dari rangkaian program yang menyasar kebutuhan masyarakat. Sementara itu, kegiatan gotong royong dan kerja bakti terus didorong untuk memperkuat kebersamaan antara kader partai dan warga.
Bagi masyarakat, kehadiran tersebut menjadi penting ketika persoalan datang silih berganti.
“Pokoknya Marhaenis banget kalau sudah urusan pekerjaan. PDIP top banget,” ungkap Odon, warga Desa Labu, Kabupaten Bangka.
Pernyataan itu muncul di tengah kondisi cuaca panas berkepanjangan. Hampir empat bulan tanpa hujan, menurut keterangan dalam laporan ini, membuat akses terhadap air bersih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Bangka Belitung.
Menghadapi keadaan tersebut, PDI Perjuangan Babel dan Yayasan Rudi Center bergerak menyalurkan bantuan air bersih sekaligus menyediakan fasilitas sumur bor. Upaya ini diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah keterbatasan pasokan air.
Direktur Rudi Center, Imam Wahyudi, S.IP., M.H., mengatakan bantuan tersebut telah disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Bangka Belitung. Gerakan itu dijalankan bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Babel, Didit Srigusjaya, S.H., M.H., serta jajaran pengurus dan relawan.
“Sudah ada sumur bor dan bantuan air bersih yang kita turunkan kepada warga di Provinsi Bangka Belitung,” ujar Imam, Jumat (9/10/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan sosial tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Kader partai, menurutnya, harus mampu memahami kehidupan rakyat bukan hanya dari laporan, melainkan dengan melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat.













