PT TIMAH Gali Harapan di Jelitik: Dari Lumpur Muara, Lahir Kesepahaman (E: Yosua.Asw)
BANGKA, LIPUTANSATU.COM, — Muara Air Kantung di Jelitik tak lagi sekadar pertemuan air laut dan daratan. Kini, ia menjadi simbol bagaimana kepentingan bisa dipertemukan—tanpa harus saling menenggelamkan.
PT TIMAH (Persero) Tbk bersama mitra usaha mengambil langkah konkret: mengeruk alur muara yang selama ini menyulitkan akses nelayan. Di saat yang sama, langkah ini juga memastikan aktivitas pertambangan legal tetap berjalan dengan tertib.
Dengan dukungan alat berat dari perusahaan, pengerjaan dilakukan secara kolaboratif. Para penambang, mitra usaha, hingga masyarakat ikut terlibat dalam semangat gotong royong yang jarang terlihat dalam dinamika industri.
“Ini bukan hanya soal tambang. Kami juga memikirkan nelayan. Supaya jalur mereka terbuka lagi,” ungkap Hasanudin dari CV Tinspire Global Ventures.
Suasana di lokasi pun mencerminkan kerja bersama yang nyata. Tidak ada dominasi, yang ada justru saling melengkapi. Kepentingan ekonomi dan sosial berjalan berdampingan.
Ambo, mitra usaha lainnya, menegaskan bahwa kolaborasi ini lahir dari kesadaran bersama.






